← Kembali ke Beranda

Tips And Trick

Mau Kirim Paket ke Luar Negeri? Ternyata Gampang Banget, Lho! Ini Caranya

shipment
Packing fragile items

Punya teman yang baru pindah ke luar negeri dan mau kirim kado? Atau mungkin kamu punya bisnis online kecil-kecilan dan ada pembeli dari negara tetangga? Wah, keren! Tapi begitu dengar kata "kirim ke luar negeri", seringkali kita langsung membayangkan proses yang ribet, dokumen numpuk, dan biaya mahal.

Tenang, tenang. Buang jauh-jauh pikiran itu!

Mengirim paket ke belahan dunia lain itu sebenarnya nggak seseram yang dibayangkan, kok. Anggap saja ini seperti mengirim paket antarkota, tapi dengan beberapa langkah tambahan yang seru. Yuk, kita bedah satu per satu biar kamu jadi jagoan kirim paket internasional!

Langkah 1: Jadi Detektif Dulu, Kepo-in Aturan Mainnya 🕵️‍♀️

Sebelum bungkus-bungkus cantik, langkah pertama adalah jadi detektif. Setiap negara punya aturan mainnya sendiri. Cek dua hal penting ini:

  • Barang Terlarang: Cek daftar barang yang dilarang masuk ke negara tujuan. Biasanya sih barang seperti parfum beralkohol tinggi, produk hewani mentah, atau power bank (untuk beberapa kurir) itu masuk daftar "rewel". Coba deh Google "prohibited items [nama negara tujuan]".
  • Batas Bebas Pajak: Cari tahu berapa nilai maksimal paket agar si penerima nggak perlu bayar pajak. Istilah kerennya de minimis value. Ini penting biar teman atau customer kamu nggak kaget kalau tiba-tiba ditagih biaya tambahan.

Kalau bingung, tanya saja langsung ke CS jasa pengiriman yang mau kamu pakai. Mereka pasti bantu, kok!

Langkah 2: Packing Super Aman, Anti Banting! 📦

Paketmu bakal menempuh perjalanan ribuan kilometer, transit di sana-sini, dan dipegang banyak orang. Jadi, pastikan packingnya super aman!

  • Pilih Kotak yang Tepat: Jangan pakai kardus yang sudah letoy. Pakai yang masih kokoh dan ukurannya pas.
  • Isi Semua Celah: Goyang-goyang kotaknya. Masih ada suara barang bergeser? Nah, isi semua ruang kosong pakai bubble wrap, gumpalan koran, atau bahkan baju bekas biar isinya nggak "disko" di dalam.
  • Lakban Jangan Pelit: Segel semua sisi, terutama bagian atas dan bawah, dengan lakban yang kuat. Biar paketmu nggak kebuka di tengah jalan. Kalau barangnya gampang pecah, jangan lupa tempel stiker "FRAGILE" atau "AWAS BARANG PECAH BELAH".

Langkah 3: Kenalan Sama Dokumen Penting (Jangan Takut, Gampang Kok!)

Ini nih bagian yang sering bikin jiper. Padahal gampang banget. Anggap saja kamu lagi ngisi biodata buat paketmu.

  • Commercial Invoice (KTP-nya Paket): Ini dokumen paling penting. Isinya adalah biodata lengkap paketmu. Kamu harus tulis:
    • Siapa pengirimnya? Siapa penerimanya? (Lengkap dengan alamat & no. HP aktif!)
    • Isinya apa aja? Deskripsikan dengan jelas. Jangan cuma tulis "Baju", tapi "2 buah Kaos Katun Warna Hitam".
    • Berapa harganya? Tulis harga barangnya dengan JUJUR. Jangan coba-coba direndahin nilainya ya, nanti kalau ketahuan petugas bea cukai, paketmu bisa ditahan atau kena denda.
  • Air Waybill (AWB) atau Resi Sakti: Ini adalah stiker besar yang ditempel di paketmu, isinya alamat dan barcode. Nomor di AWB inilah yang jadi "resi sakti" buat melacak keberadaan paketmu. Biasanya ini disiapkan oleh pihak kurir.

Bingung soal HS Code yang kadang ditanya? Tenang, itu cuma kode standar internasional buat jenis barang. Bilang aja ke petugas kurirnya, "Mas/Mbak, tolong bantu cariin HS Code buat keripik singkong, ya." Beres!

Langkah 4: Soal Biaya Tambahan, Siapa yang Bayar? 🤔

Nah, kalau ada bea masuk atau pajak, siapa yang bayar? Biasanya, sistemnya adalah DDU (Delivered Duty Unpaid). Artinya, kamu sebagai pengirim cuma bayar ongkos kirimnya saja. Nanti kalau ada pajak di negara tujuan, si penerima yang akan bayar.

Jadi, penting banget untuk kasih tahu penerima soal kemungkinan ini ya, biar nggak ada drama.

Langkah 5: Pilih Jagoan Pengirimannya 🚀

Di Indonesia, ada banyak pilihan "jagoan" yang bisa menerbangkan paketmu.

  • Pos Indonesia (EMS): Pilihan oke kalau mau hemat dan pengirimanmu cukup santai.
  • DHL, FedEx, UPS: Ini trio jagoan super cepat. Cocok buat kirim dokumen penting atau barang yang harus sampai kilat. Tentu harganya lebih premium.
  • Jasa Agregator: Ini seperti "Traveloka"-nya jasa kurir. Kamu bisa bandingin harga dari berbagai kurir di satu tempat buat cari yang paling murah.

Langkah 6: Pantau Terus dan Jangan Lupa Asuransi! 🛡️

Setelah paket dikirim, tugasmu belum selesai.

  • Lacak Paketmu: Manfaatkan nomor resi saktimu! Cek secara berkala di website kurir untuk tahu paketmu sudah sampai mana. Rasanya seru lho, lihat paket kita "jalan-jalan" keliling dunia.
  • Pakai Asuransi: Kalau barang yang kamu kirim harganya lumayan, jangan ragu buat pakai asuransi. Biayanya nggak seberapa kok, tapi hati jadi jauh lebih tenang. Kalau (amit-amit) ada apa-apa dengan paketmu, kamu bisa dapat ganti rugi.

Gimana? Nggak sesulit yang dibayangkan, kan?

Kunci dari pengiriman internasional cuma satu: teliti. Pastikan semua data benar, deskripsi barang jelas, dan packingnya aman. Sisanya? Biarkan para jagoan kurir yang bekerja.

Jadi, tunggu apa lagi? Kado buat sahabat atau produk jualanmu sudah siap terbang keliling dunia! Selamat mencoba!

Hubungi kami di WhatsApp